Wednesday, August 3, 2011

mencari kekuatan disebalik nama Allah


wa lillahil asmaul husna..
fadhu'u hu biha..
2 الرحمن
Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih 
The All Beneficent





sifat pengaseh allah ini tdak terbatas,ianya dberikn kpda yang beriman,juga kpd yang tidak,kpd yang patoh,kpd yang engkar
maka mana lebih pngaseh dari allah?
     3 Ar Rahiim
 الرحيم
Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang The Most Merciful

tetapi ar rahim allah ini hny exclusive buat hmbanya yang patuh dan beriman
jadi alangkah untungny jika kite diantara golongn ini


4 Al Malik

الملك

Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah The King, The Sovereign
Dia yang mmiliki kuasa atas langit ini
dimanakah pasaknya shgga bgtu teguh langit berdiri?

dan Dia yang menguasai sumanya
siapa yang mengaturkan perjalan siang dan malam?
dan siapa yang mengtur perjalanna bulan dan matahari?
jika nabi Ibrahim pernah berkata "haza akbar,haza rabbi"
maka siapa yang lbh besar sehigga dapat menengglmkn bnda yang besar ini?
subhanallah..



5 Al Quddus

 القدوس

 Yang Memiliki Mutlak sifat Suci The Most Holy

6 As Salaam

السلام

 Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan Peace and Blessing

dan tiada siapa yang dapat memberikn ketengn selain allah


7 Al Mu`min
 المؤمن
Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan The Guarantor

8 Al Muhaimin
المهيمن
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara The Guardian, the Preserver
dan allah akan tetap memelihara siapa yang Dia kehendaki

9 Al `Aziiz ا
لعزيز
Yang Memiliki Mutlak Kegagahan The Almighty, the Self Sufficient
andai ini yang berlaku,pantaskah kita d saat itu baru mahu mgaku adanya Allah?

10 Al Jabbar ا
لجبار
Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa The Powerful, the Irresistible

dan dsaat ini tiada siapa yang dapat melarikn diri

11 Al Mutakabbir
 المتكبر
Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran The Tremendous

12 Al Khaliq
الخالق
Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta The Creator
dmanakah kita yang mahu menafikan kebesaran allah?


dari setitis mani Allah
 tggikn kta manusia sebagai
setinggi2 ciptaan

13 Al Baari`
 البارئ
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) The Maker

14 Al Mushawwir
المصور
 Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya) The Fashioner of Forms



maha suci allah yang mnjadikan kita berbeza

15 Al Ghaffaar
الغفار
 Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun The Ever Forgiving


dan allah itu maha pgmpun..walau besar manapun dosa kita
ya allah sombongnya aku yang jarang memohon ampun dari mu ya allah
16 Al Qahhaar
القهار
Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa The All Compelling Subduer

17 Al Wahhaab
الوهاب
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia The Bestower
tiada yang lbh baek dari allah yang sebagi pemberi..

18 Ar Razzaaq
 الرزاق
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki The Ever Providing

dan kataknlah "haza min fadhli rabbik!"

19 Al Fattaah
 الفتاح
 Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat The Opener, the Victory Giver

20 Al `Aliim
 العليم
Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu) The All Knowing, the Omniscient


21 Al Qaabidh
القابض
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya) The Restrainer, the Straightener


allah bole myenangkan siapa yg dikhndaki..dan juga sebaliknya..
22 Al Baasith
الباسط
 Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya) The Expander, the Munificent

23 Al Khaafidh
 الخافض
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya) The Abaser

astagfirullah..
bala kpd bandar pompei
24 Ar Raafi`
 الرافع
 Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya) The Exalter

dsaat allah meningikn kita dr yang len,
ketahuilah semuanya dri allah dan dia berhak mengmbilny semula
25 Al Mu`izz
المعز

 Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya) The Giver of Honor

dan tiada yang lbh indah dari pghrmatn allah,
sedangkn pghrmatan dari manusia itu cuma bersifat semntara

26 Al Mudzil
 المذل
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya) The Giver of Dishonor
disaat allah mnghinakan kita,renungkn kmbali mgkn ini sebagai kafarah..


27 Al Samii`
 السميع

 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar The All Hearing

"dan apbila dtanya hmbaku ttngKu maka katakan"fainni qarib" "



28 Al Bashiir
 البصير
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat The All Seeing

tiada yg dapat lari dr pndgn allah
yg nyata mahupun tersembunyi

29 Al Hakam
 الحكم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan The Judge, the Arbitrator

30 Al `Adl
 العدل
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Utterly Just

31 Al Lathiif
 اللطيف
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut The Subtly Kind

32 Al Khabiir
 الخبير
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia The All Aware

33 Al Haliim
 الحليم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun The Forbearing, the Indulgent

34 Al `Azhiim
 العظيم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung The Magnificent, the Infinite

35 Al Ghafuur
الغفور
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun The All Forgiving

36 As Syakuur
 الشكور
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai) The Grateful

37 Al `Aliy
 العلى
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Sublimely Exalted

subhanallah sedangkn batuan lagi bersujud..
jadi dmanakh aku?

38 Al Kabiir
 الكبير
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar The Great

39 Al Hafizh
الحفيظ
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga The Preserver

ak rindu lambaian itu
sesungghnya tiada kata dapat mggmbrkn kerinduan itu

40 Al Muqiit
 المقيت

Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan The Nourisher

pernah terpikir bagaimana Allah mncukupkan makhluq2 nya?


41 Al Hasiib
 الحسيب
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan The Reckoner


42 Al Jaliil
 الجليل
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Majestic

43 Al Kariim
الكريم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah The Bountiful, the Generous

44 Ar Raqiib
 الرقيب
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi The Watchful

ketahuilah allah itu dmana2
semoga kte semua allah pilih untuk dlindg dari melakukan kemngkarn ini..






45 Al Mujiib

 المجيب
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan The Responsive, the Answerer
doalah..hya allah yang bisa mengkabulkn

46 Al Waasi`
 الواسع
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas The Vast, the All Encompassing
luasnya alam allah,
ak slalu bertya mana mulanya,mana akhirnya?
 
47 Al Hakiim
 الحكيم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana The Wise

48 Al Waduud
الودود
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta The Loving, the Kind One

49 Al Majiid
 المجيد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The All Glorious

50 Al Baa`its
 الباعث
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan The Raiser of the Dead

51 As Syahiid
 الشهيد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan The Witness

52 Al Haqq
الحق
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar The Truth, the Real

53 Al Wakiil
 الوكيل
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara The Trustee, the Dependable

54 Al Qawiyyu
 القوى
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat The Strong

55 Al Matiin
 المتين
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh The Firm, the Steadfast

56 Al Waliyy
الولى
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi The Protecting Friend, Patron, and Helper
hya allah sebaek2 plindung

57 Al Hamiid
 الحميد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji The All Praiseworthy

58 Al Mushii
المحصى
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi The Accounter, the Numberer of All

59 Al Mubdi`
 المبدئ
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai The Producer, Originator, and Initiator of all
Dia yang memulakn alam ini

60 Al Mu`iid
 المعيد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan The Reinstater Who Brings Back All

61 Al Muhyii
 المحيى
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan The Giver of Life

62 Al Mumiitu
 المميت
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan The Bringer of Death, the Destroyer

kullun zaiiqotun maut..

63 Al Hayyu
 الحي
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup The Ever Living

64 Al Qayyuum
القيوم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri The Self Subsisting Sustainer of All

65 Al Waajid
الواجد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu The Perceiver, the Finder, the Unfailing

66 Al Maajid
 الماجد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Illustrious, the Magnificent

67 Al Wahiid
 الواحد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa The One, the All Inclusive, the Indivisible

68 As Shamad
 الصمد
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting

69 Al Qaadir
 القادر
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan The All Able

70 Al Muqtadir
المقتدر
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa The All Determiner, the Dominant
allah berkuasa melakukan ap sahaja

71 Al Muqaddim
 المقدم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan The Expediter, He who brings forward

72 Al Mu`akkhir
 المؤخر
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan The Delayer, He who puts far away

73 Al Awwal
 الأول
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal The First

74 Al Aakhir ا
لأخر
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir The Last

75 Az Zhaahir ا
لظاهر
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata The Manifest; the All Victorious

76 Al Baathin
 الباطن
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib The Hidden; the All Encompassing

77 Al Waali
 الوالي
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah The Patron

78 Al Muta`aalii
 المتعالي
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Self Exalted

79 Al Barri
البر
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma The Most Kind and Righteous

80 At Tawwaab
التواب
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat The Ever Returning, Ever Relenting
percayalah allah itu maha pngmpun,
jgnla berhnt berharap

81 Al Muntaqim
 المنتقم
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa The Avenger
astagfirullah..

82 Al Afuww
 العفو
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf The Pardoner, the Effacer of Sins
mohonla keampunan wahai manusia..

83 Ar Ra`uuf
 الرؤوف
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih The Compassionate, the All Pitying

84 Malikul Mulk
 مالك الملك
Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta) The Owner of All Sovereignty
indahnya alam kpunyaan allah ini

85 Dzul Jalaali Wal Ikraam
ذو الجلال و الإكرام
 Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan The Lord of Majesty and Generosity

86 Al Muqsith
المقسط
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Equitable, the Requiter

87 Al Jamii`
 الجامع
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan The Gatherer, the Unifier

88 Al Ghaniyy
الغنى
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan The All Rich, the Independent

89 Al Mughnii
 المغنى
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan The Enricher, the Emancipator

90 Al Maani
المانع
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah The Withholder, the Shielder, the Defender

91 Ad Dhaar ا
لضار
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita The Distressor, the Harmer

92 An Nafii`
 النافع
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat The Propitious, the Benefactor

93 An Nuur
النور
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) The Light

94 Al Haadii
 الهادئ
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk The Guide

95 Al Baadii
البديع
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta Incomparable, the Originator

96 Al Baaqii
 الباقي
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal The Ever Enduring and Immutable

97 Al Waarits
الوارث
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris The Heir, the Inheritor of All

98 Ar Rasyiid
 الرشيد
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai The Guide, Infallible Teacher, and Knower

99 As Shabuur
 الصبور
 Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar The Patient, the Timeless


bersujudla wahai manusia..
dan igtlah kata kata allah
"tdakkah manusia itu memerhatikan bhw kami mncptakanny dr setitis mani dan ternyata dia mnjadi "khasimum mubin"(musuh yang nyata)
maka benarlah apabila allah berkata "maka nikmat mana lagi yang kau mahu dustakan?"
kadang2 bila diri terasa lemah,tersa terlalu berat ujian yang allah berikan maka
carilah kekuatan di sebalik nama nama allah ini dan insyallah akan ada kekuatan disitu..
mari menjadi hamba!
aku rasa sedih tgk tokguru tyme ni
kerdil nya diri ya allah
salam ramadhan.

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w. sabdanya: “Sesiapa yang mengerjakan puasa bulan Ramadhan dengan keadaan beriman dan mengharapkan rahmat Allah Taala, nescaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu“.
       (Hadith Sahih – Riwayat Bukhari dan Muslim)
 semoga ramadhn kali ini menjadi ramadhan terbaek buat kte semua,kerana blom tentu kite dapat berjumpa dengn   ramdhan yang akan datang.

Tuesday, August 2, 2011

menyingkap di sebalik nama

bismillahirrahmanirrahim
dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha mengasihani







Pencinta dunia kesusasteraan yang kemudiannya menceburkan diri dalam politik, akhirnya berundur daripada di jawatan Pengerusi Majlis Ulama Indonesia apabila Kerajaan Suharto tidak berkenan dengan fatwa yang dikeluarkannya mengenai larangan terhadap umat Islam menyambut perayaan Natal.


Hubungan pemerintah Indonesia dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah panas disebabkan MUI mengeluarkan fatwa bahawa haram hukum bagi umat Islam mengucapkan selamat hari Natal dan menghadiri perayaannya.


Pemerintah menganggap fatwa itu mengganggu keharmonian masyarakat berbilang kaum dan agama. Lebih tegas lagi, hal tersebut merosak toleransi hubungan antara agama. Sebab itu, Suharto, Presiden Indonesia pada itu masa meminta kepada Prof. Hamka atau lebih mesra dengan panggilan Buya Hamka yang pada masa itu menjawat jawatan Ketua MUI, mencabut fatwa berkenaan.
Tetapi Hamka, yang nama penuhnya Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, tetap berpegang kukuh pada pendiriannya. 
Bagi ulama yang juga seorang sasterawan ini,


" yang benar harus dikatakan sebagai benar. Dan sebaliknya, yang batil harus dikatakan batil,walau apa pun risiko yang terpaksa dihadapi"

Bahkan ia menyatakan lebih baik berundur daripada Ketua Umum MUI daripada memansuhkan mencabut fatwa itu. Senario yang berlaku akhirnya demikian. 


Apabila tekanan daripada pemerintahan Suharto semakin kuat, Hamka memilih meletakkan jawatan yang disandangnya (l981). 
Keputusan itu adalah cerminan sikap bertanggungjawabnya yang tidak mahu umat Islam terjerumus dalam kesesatan. 
Ini kerana trend menyambut perayaan Natal secara bersama sedang berleluasa di tengah-tengah masyarakat. Atas alasan untuk mengukuhkan hubungan toleransi beragama, banyak ummat Islam yang terbabit sama.Padahal, menurut Hamka, perayaan Natal itu sesungguhnya termasuk peribadatan agama Nasrani. Dan apabila sudah masuk dalam ibadah, ummat Islam sepatutnya tidak mengikutinya. Atas dasar itu Majlis Fatwa MUI mengeluarkan fatwa haram hukumnya bagi ummat Islam mengikuti perayaan Natal agama Nasrani.


Dasar pertimbangannya adalah 

  • pertama, umat Islam tidak boleh mencampur adukkan akidah dan ibadah Islam dengan akidah dan ibadah agama lain (QS Al Kaafiruun 1-6 dan Al-Baqarah 42). 
  • Kedua, ummat Islam harus mengikuti/meyakini atas kenabian dan kerasulan Isa bin Maryam (QS Maryam 30-32, Al-Maidah 75, dan Al-Baqarah 285). 
  • Ketiga, yang berkeyakinan bahawa Tuhan lebih dari satu dan Isa Al-Masih itu anak Tuhan, adalah orang kafir dan musyrik. (Al-Maaidah 72-73, dan At-Taubah 30). 
  • Keempat, Nabi Isa pun tidak mendakwakan dirinya sebagai anak Allah (Al-Maidah 116-118). 
  • Kelima, Islam mengajarkan bahawa Allah SWT hanya satu (QS. Al-Ikhlaas ayat 1-4). 
  • Keenam, Islam mengajarkan agar ummatnya menjauhkan diri daripada hal-hal yang syubhah (samar-samar) dan hal yang dilarang Allah, serta mendahulukan hal-hal yang menolak kerosakan daripada yang mendatangkan kemaslahatan.



Selama kepemimpinan Hamka, MUI dikenali sebagai institusi ulama yang tegas dan tidak memihak kepada golongan tertentu, malah menjadi institusi yang berperanan memberikan teguran dan bimbingan kepada pemerintah. 


Hamka dengan tegas menolak keinginan pemerintah untuk menguasai setiap keputusan yang bakal diambil MUI. 
Baginya, fatwa MUI tidak boleh dicampur adukan dengan urusan politik dan pemerintahan.Sikap tegas Hamka itu sesungguhnya bukanlah hal baru. 


Pada zaman pemerintah Sukarno, Hamka telah berani mengeluarkan fatwa bahawa haram hukumnya bagi Sukarno menikah lagi, kerana presiden tersebut telah mempunyai beberapa orang isteri. Fatwa itu tentu sahaja menyebabkan Sukarno marah. 


Kebetulan pada masa itu ia termasuk tokoh Islam yang berani menentang sikap pemerintah yang begitu rapat dengan Parti Komunis Indonesia (PKI). Pada pandangan Hamka, PKI adalah parti yang membahayakan keselamatan kehidupan beragama di negeri ini, kerana komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Akibat sikap tegasnya itu, ia terpaksa meringkuk di penjara bersama tokoh parti Masyumi dan PSI kerana fitnah pertubuhan LEKRA, pimpinan Pramoedya Ananta Toer. Namun demikian, ia tidak berdendam dengan Sukarno. Terbukti ketika Bung Karno wafat, Hamka yang dilantik menjadi imam sembahyang jenazahnya.


Selain dikenal sebagai ulama berkarisma, Hamka yang dilahirkan pada tahun 1908 juga dikenal sebagai seorang pujangga termasyhur. 
Sejak berusia 17 tahun, ia sudah menulis novel bertajuk Siti Rabiah. Aktiviti penulisannya itu ditentang oleh keluarganya. 
Sebab, sebagai seorang putera ulama besar, H. Abdul Karim Amrullah, kesukaannya menulis novel itu dianggap satu aib. 
Namun Hamka meneruskan kegemarannya itu untuk mencari jati dirinya dan berusaha keluar dari bayangan kemasyuran ayahnya.


Pada usia 30-an, ia seolah-olah tidak meminati untuk menceburkan diri dalam kegiatan keagamaan dan menjadi seorang ulama, meski ia sendiri termasuk pendakwah muda Muhammadiyah di bandar Medan. 
Ia seolah-olah lebih berminat dengan bidang penulisan dan kewartawanan. Ini terbukti apabila bersama beberapa orang rakannya pada tahun 1936 ia mewujudkan majalah Pedoman Masyarakat. Dalam majalah inilah ia menulis tulisan bersambung yang di kemudian menjadi buku Tasawuf Modern yang merupakan antara karya popularnya hari ini. Walaupun tulisan itu adalah tulisan yang padat dengan kupasan ilmu-ilmu Islam, tetapi ia belum berjaya mengubah identiti diri Hamka yang masih dianggap sebagai seorang sasterawan.Ini mungkin disebabkan pada masa itu jugalah ia menulis novel Tengelamnya Kapal Van Der Wijk (1939) serta pelbagai cerpen yang mengharukan yang kemudian dikumpulkan dalam buku Menanti Bedug Berbunyi. 


Sewaktu ia pulang dari Makkah, Hamka menulis nover bertajuk Di Bawah Lindungan Ka'bah. Novelnya yang bertajuk Tengelamnya Kapal Van Der Wijk yang dianggap menciplak dari sebuah novel barat, menunjukkan bahawa Hamka waktu itu sudah banyak membaca sastera barat melalui terjemahan bahasa Arab. Dalam kes tuduhan plagiat ini, menurut banyak ahli sastera hal ini tidak terbukti. 
Menurut mereka, Hamka hanya terpengaruh oleh sastera barat dan hal itu adalah sesuatu yang wajar bagi seorang penulis.


Pada 1949, Hamka kemudian berpindah ke Jakarta. Di Jakarta ia memulai kerjayanya sebagai pegawai kerajaan golongan rendah di Kementerian Agama yang pada waktu itu dipimpin oleh KH. Abdul Wahid Hasyim (ayah Gus Dur). Sebagai seorang intelektual yang hidup pada zaman perjuangan merebut kemerdekaan, Hamka pada tahun 1955 turut terbabit dengan dunia politik. Ia aktif dalam parti Masyumi. Namun, perjalanan politiknya turut berakhir apabila parti Masyumi, diharamkan oleh Sukarno.


Setelah itu Hamka kembali kepada dunianya, iaitu dunia penulisan. Ia kemudian menubuhkan majalah baru, iaitu majalah Panji Masyarakat. Pada masa ini, tulisan Hamka yang memperoleh Doktor Honoris Causa dari Universiti Al Azhar Mesir pada tahun 1958 ini sudah lebih banyak berupa kajian-kajian ke Islaman yang mencakupi seluruh bidang. Pada masa ini pula, penanya berjaya melahirkan karya agungnya, Tafsir Al-Azhar. Yang hebatnya, tafsir ini berjaya diselesaikannya tatkala ia meringkuk di dalam penjara (1964).


Selepas peristiwa kekejaman gerakan komunis yang membunuh tujuh orang jeneral 1965 dan berkuasanya Presiden Suharto, Hamka secara total berperanan sebagai ulama. Ia meninggalkan dunia politik dan sastera. Tulisan-tulisannya di dalam Panji Masyarakat sudah merefleksikannya sebagai seorang ulama, dan ini digambarkan dalam ruangan Dari Hati Ke Hati yang sangat baik perbahasannya. 


Kewibawaan Hamka sebagai seorang ulama lebih menonjol lagi ketika dia dilantik menjadi Ketua MUI pertama pada tahun 1975.Dalam banyak hal, Hamka dikenali sebagai seorang yang moderat. 


Paling tidak dari cara dia menyampaikan sesuatu yang selalu menampakkan hati dan fikiran berjalan seirama. 
Ia tidak pernah mengeluarkan kata-kata keras, atau kasar dalam berkomunikasi. Peribadi ini sudah ia tunjukkan dari sejak muda lagi. 
Ia lebih suka memilih menulis novel atau cerpen dalam menyampaikan panduan Islam. 


Hamka yang bergelar Datuk In Domo dalam suku Minang ini mengakui bahawa memang dia menjadi lebih moderat ketika usianya semakin bertambah.


"Ketika buku yang saya baca baru lima buah, saya cepat sekali menyimpulkan satu hal mengenai agama dan beremosi, tetapi ketika buku yang saya baca sudah lima puluh, saya menjadi lebih faham, dan tidak berasa perlu bersikap seperti itu," katanya suatu ketika.


Namun begitu, bukan bermakna ia kehilangan sikap tegasnya. Ketika ia berasa umat kehilangan pedoman, ia kemudian mengeluarkan fatwa Natal tahun 1981 yang amat menggemparkan itu. Ia terpaksa mengambil sikap tidak sehaluan dengan pemerintah demi menjaga kesucian Islam. 


Meski keluar dari MUI, Hamka tetap menjadi tokoh ulama yang berpengaruh dan berkarisma. Fatwa dan nasihatnya tetap dinantikan oleh masyarakat. Ia juga tidak jemu-jemu memberikan nasihat dan panduan kepada pendakwah-pendakwah muda. 


Sampai akhir hayatnya, melalui majalah Panji Masyarakat, ulama yang lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat ini tetap memberikan siraman rohani kepada umat Islam yang haus dengan nasihat-nasihatnya melalui tulisan-tulisannya dalam majalah berkenaan.


Hamka meninggalkan pelbagai karya penulisan yang popular. Karyanya yang dibukukan berjumlah lebih kurang 118 buah, tidak termasuk pelbagai tulisan yang dimuat di pelbagai media massa. 


Tulisan-tulisannya meliputi pelbagai bidang kajian: politik, sejarah, budaya, akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman. Pada 24 Julai 1981, ulama serba boleh ini menemui Tuhannya. Pemergiannya adalah satu kehilangan besar yang sukar dicari pengganti sehingga ke hari ini.
sumber: google



kediaman buya hamka





Aku dahulu pernah mendengar nama ini,prof HAMKA
seorang idola kawan aku semasa aku di tingkatan 5 tapi baru hari ini aku tahu jasanya.
HAMKA stands for Haji Abdul Malik Karim Amrullah


aku tersentuh dengan kata2 pak(nama terlupa) yang menerangkan kami sekeluarga tentang susur galur hamka ini


"Abdul malik ini orang nya tak tahu meminta izin,dia hanya memberitahu"
"dan setiap kejayaannya ini,setiap perjalanan hidupnya ini ,bebas terus dari pengaruh bapanya (as mentioned kat atas sebagai seorang ulamak besar zaman itu),dan dia hanya hidup dan belajar erti hidup melalui pertolongan kawan-kawan nya dan itulah yang berlaku saat Abdul Malik ini menyatakan hasratnya untuk berhijrah di Mekah"


kami diberitahu saat Abdul Malik menyatakan hasratnya untuk berhijrah ke mekah ayahnya berkata
"kau takkan peroleh apapun dari aku,baek uwangnya mahupon makanan"


dan kami dberitahu memang menjadi adat minangkabau kalu memana ank lelaki yang berhijrah ntk belajar akan dbekalkan dengan duit dan makann dan kami dphmkn makannnya pon cuma


"bisa tahan hingga ke malaysia" kata pak(nama tak ingat) sambil ketawa ke kami sekeluarga 


apa yang berlaku pada Hamka ini ialah ,ayahnya tidak mengizinkan dia pergi ke mekah kerana sangat jauh jadi ayahnya telah memberi kata putus kepada Hamka "go,n u got nothing"


satu ja aku terpikir..
saat pak itu menceritakan kami tentang susur galur Hamka ini,
setiap perjuangan perlukan pengorbanan dan perngorbanan itu berbayar


sama kisahya dengan Hamka ini.
mungkin kisah peritnya tak semua tercatit di google mahupon buku2 nya tapi aku percaya memang tak mudah untuk memperjuangkan sesuatu.


kami diberitahu lagi asalnya Abdul Malik ini manja budaknya.Dan disebabkan terlalu dimanjakan kedua ibu bapanya, Hamka cuma bersekolah hingga darjah dua
aku quote ayat pak itu 'malas belajar jadinya ,kerana terlalu manja'




danau meninjau aku saksikan kehebatan ciptaan allah dsini gunung bercerminkan danau

kelek 44 otw ke rumah buya hamka



mengikut kisahnya lagi,ibu bapanya bercerai beberapa tahun selepas itu disebabkn perbezaan persefahaman antara ibu dan bapanya dan dari situ Abdul malik ini memberontak menjadi keras kepala
dan sejak dari situ bermula la perjalanan  hidupnya dimana dia belajar apa sebenarnya erti kehidupan ini

bak kata pak itu

  • jika tak kerana ibu bapa Abdul malik ini bercerai ,Abdul malik tak kan mungkin menjadi seorang yang berani(kerana sebelum ini Abdul Malik ni seorang yang manja ibarat spoon fed la)
  • jika tak kerana ibu bapa Abdul Malik ini bercerai takkan mungkin Abdul Malik berani untuk berhijrah ke mekah walupon tidak berbekal apa2
  • jika tak kerna Abdul Malik ini mengenal erti kesusahan dulu takkan mungkin Abdul malik menjadi Hamka sekarang
dan itulah,aku menjadi sangat kagum saat mendengar cerita dari pak yang merangkap anak buah Hamka ini,seolah olah masa dibekukan saat dia bercerita.

dan yang paling memberikan kesan pada aku ialah Abdul Malik ini berjaya menyiapkan  Tafsir al Azharnya semasa dia dalam penjara
dan didalam pnjara dia diseksa dan kesan dari seksaannya di penjara ,dia sakit 2 miggu,koma seminggu dan akhirnya meninggal dunia pada pagi ramadhan (date yang aku tak pasti)

pak yang dok menceritakan
      walupon agak lambat rasanya bagi aku yang baru nak mengenal siapa Abdul Malik ini ,aku betul2 terasa sayu melihat kisah hidupnya dan lihatla betapa besarnya jasa nya hinggakn ke akhir2 hayat2nya maseh dia menabur bakti menyiapkn kitab tafsirnya

      aku disini,bukan menyiapkan tafsir
      untuk mengkahtamkan satu tafsir yang sudah tertafsir pon entah bila hndak dilakukan..

      saat sebelum kami berangkat meneruskan perjalanan kami,pak itu menanyakan andai ada antara kami yang ingin menyumbangkn sesuatu untk kerja2 maintenance rumah kelahiran buya hamka ini lalu adek aku beranikan diri bertanya
      "buya hamka tidak ada anak ya pak?
       nggagk bisa ya minta dari anak2 nya pak wang maintancenya?"

      tau jawapannya?
      "keturunan Abdul Malik ini kesemuanya susah2 nak,
      sedangkan hidup Abdul Malik ini pon penuh susah nak dahulunya"

      bayangkan..

      di tangga ni pak tu cakap smbil tersenyum
      "nak,hamka suka berkata orang yang paling bijak ialah orang yang merasa dirinya bodoh,yang myebbkn dia tidak henti2 membaca dan mencari ilmu,dan orang yang bodoh pula adalah orang yang merasakan dirinya bijak yang menyebabkn nya malas untuk mncari byknya ilmu diluar sana.."
      banyak yang perlu dpikirkan..

      surau Hamka yang perlukan dana untuk dbgnkan